Saturday, February 13, 2021

KALENDAR HIJRIYAH

Khalifah Umar bin Khottob RA. membuat keputusan untuk menggunakan peristiwa hijrah Rasulullah SAW sebagai kalender Hijriyah. Tahun itu menandakan permulaan tahun pertama kalender Hijriyah. Hari penghijrahan itu terjadi bersamaan dengan 16 Juli 622 menurut Kalender Masehi.

Hari dan bulan Hijriyah ditentukan berdasarkan putaran bumi dan peredaran bulan. Satu bulan bersamaan dengan satu peredaran lengkap bulan mengelilingi bumi. Satu peredaran lengkap bumi dan bulan mengambil waktu 354 hari.

Hari dan bulan di dalam kalender Hijriyah ditentukan berdasarkan peredaran bumi mengelilingi matahari. Tahun baru Hijriyah berlaku sepuluh hari lebih awal berbanding tahun baru kelender Masehi. 

Dahulu kita menggunakan kalender Hijriyah. Kemudian kita mulai menggunakan kalender Masehi. Walau demikian untuk menyambut perayaan hari besar Islam kita harus mengacu pada kalender Hijriyah. Oleh karena itu saya akan perkenalkan nama-nama bulan Hijriyah:

  1. Muharram
  2. Safar
  3. Rabiul awal
  4. Rabiul akhir
  5. Jumadil awal
  6. Jumadil akhir 
  7. Rajab
  8. Sya'ban
  9. Ramadhan
  10. Syawwal
  11. Dzulqo'dah
  12. Dzulhijjah
Simak lagu dari Rashid A. Bikha berikut ini yuk.



Saturday, January 16, 2021

Teman-teman spesialku

Hai, nama saya Richard. Teman-temanku biasa memanggil dengan nama Rick. Usiaku kini 6 tahun dan saya banyak teman. Ini adalah beberapa temanku yaitu:

  1. Adam (6 tahun). Dia tinggi dan kurus karena dia tiap hari bermain bola basket.
  2. Mary (5 tahun). Dia tinggi dan kurus juga. Hobinya berenang.
  3. Nokyo (7 tahun). Dia tinggi dan gemuk karena dia tidak suka berolahraga. Hobinya menyanyi.
  4. Tracy (6 tahun). Dia pendek dan kurus. Hobinya membaca buku.


Adama, Mary, Nokyo, Tracy, dan saya tinggal di kota yang sama. Kami berlima bersama-sama pergi ke kelas musik dan drama setiap sabtu.

Nokyo dan Tracy bermain piano sangat hebat. Adapun Adam, Mary, dan saya pintar berakting. Semua guru senang dengan kami berlima karena kami murid yang cerdas dan patuh. Semua guru musik selalu mengatakan "kalian sangat berbakat". Guru drama kami juga mengatakan "kalian sangat spesial". 

Kami senang karena kami berbakat dan spesial.

Apakah gurumu juga pernah mengatakan hal yang sama kepadamu? 

 

Friday, January 15, 2021

The Jealous Sparrow

Di sebuah hutan, hiduplah seekor trenggiling dan seekor landak. Mereka adalah sahabat sejati dan selalu beraktifitas bersama-sama. Mereka tinggal saling berdekatan dan sering berbagi kebahagiaan bersama. Di dekat rumah mereka, ada seekor burung pipit. Menariknya burung pipit itu membuat sarang di atas pohon. Setiap hari burung pipit mengamati trenggiling dan landak dari ketinggian. Kadang-kadang muncul keinginan darinya untuk bisa sekedar berbicara akrab bersama trenggiling dan landak.

Sebenarnya burung pipit cemburu kepada mereka berdua. Dia iri dengan persahabatan mereka. Di samping itu, banyak hewan lain yang tidak mau berteman dengan burung pipit. Sehingga mulailah burung pipit berfikir bagaimana caranya untuk merusak persahabatan mereka berdua.

Pada suatu pagi, burung pipit menunggu hingga trenggiling meninggalkan makanannya sebelum dia melancarkan rencana aksinya. Ketika dia sangat yakin bahwa trenggiling sudah jauh pergi, dia kemudian mendekati landak. Saat itu landak sedang sibuk membuka kacang untuk sarapannya. "Hai Landak, Kamu sedang apa?", tanya burung pipit seraya bersikap seolah akrab. "Oh saya bahkan tidak tahu kamu sudah ada disitu, iya ini saya sedang menyiapkan sarapan, ayo gabung sini sarapan bersama", jawab landak.

"Terima kasih landak, baru saja aku melihat dan bertemu trenggiling. Dia mengatakan akan membuat persiapan-persiapan", kata burung pipit sambil berdrama. "Persiapan? persiapan apa?", tanya landak. "Dia mengatakan bahwa dia lebih kuat daripada kamu", burung pipit menjawab. Seketika itu burung pipit langsung terbang meninggalkan landak. 

Landak hanya dapat melihat burung pipit terbang dan merasa sangat marah. Bagaimana bisa temannya, trenggiling membanding-bandingkan kehebatannya. Aku akan menunggu trenggiling pulang dan akan kutunjukkan kepadanya siapa sebenarnya yang lebih kuat.

Tidak lama setelah itu, burung pipit pergi mencari trenggiling. Dia berhasil menemukan trenggiling di pohon dekat sungai. Trenggiling sedang sibuk mengambil semut sebagai makanannya. Burung pipit kemudian hinggap di pohon dekat trenggiling berada. "Hai trenggiling, apa kabar?", sapa burung pipit. "Saya baik-baik saja, apakah kamu juga sedang mencari makanan?", jawab trenggiling. "Ya, baru saja aku bertemu dengan temanmu landak", kata burung Pipit. Selanjutnya dia mengatakan kalimat yang sama kepada trenggiling seperti terhadap landak tadi yaitu bahwa landak merasa lebih kuat dari trenggiling. 

Sepanjang perjalanan pulang trenggiling mencoba menahan emosinya terhadap sahabatnya si landak. Bagaimana bisa landak berkata seperti itu? dia sungguh tidak menghargaiku sebagai teman dengan kesombongannya. Tiba-tiba sebuah pertengkaran hebat terjadi antara landak dan trenggiling. Mereka saling menyerang dan menggigit satu sama lain. Bahkan mereka tidak mau mengalah satu sama lain. Burung pipit menyaksikan pertengkaran itu dari sarangnya sambil tersenyum-senyum bahagia karena rencananya mengadu domba telah berhasil.

Suara aungan landak dan trenggiling ternyata terdengar oleh kelinci yang sedang berada di sekitar itu. Kelinci tahu betul bahwa sebenarnya landak dan trenggiling adalah sahabat sejati. Kemudian dia berusaha untuk melerai dan menanyakan alasan kenapa mereka berdua bertengkar. "Kenapa kalian berdua saling bertengkar? ada apa ini? bukankah kalian itu sahabat sejati", kata kelinci. "Dia yang mulai", kata trenggiling. Landak kemudian menjawab, "dia". Mereka berdua saling menuding satu sama lain. Kelinci kemudian menengahi dengan berkata "begini saja, masing-masing kalian silakan ceritakan kejadian sebenarnya", pinta kelinci. Ternyata baik landak maupun trenggiling memiliki jawaban yang serupa yaitu mereka mendapat hasutan yang buruk dari burung pipit. Kelinci kemudian menyarankan mereka untuk mengecek kebanarannya kepada burung pipit langsung. Singkat cerita landak dan trenggiling kemudian berbaikan dan saling meminta maaf satu sama lain. Mereka yakin bahwa sahabat sejati tidak akan mudah diadu domba oleh siapapun.    

Moral: Kecemburuan tidak pernah bisa memisahkan persahabatan 

Tuesday, December 15, 2020

Si Kelinci yang Kecil

Dikisahkan  ada seekor kelinci yang kecil tinggal di tebing sungai. Suatu hari, dia meloncat - dengan gembira  di tengah tumbuh-tumbuhan. Sewaktu dia bermain pohon lalang yang tajam telah membuat bibir kelinci luka. Dengan marah si kelinci itu berlari ke api untuk minta tolong. 


"Api api tolong bakar ilalang itu?" Ujar kelinci mengadu kepada Api.

"Kenapa ?" Kata Api

" Ilalang sudah membuat bibirku luka" Kata Kelinci

"Terus siapa yang patut dipersalahkan?" Ujar Api.

Kemudian si kelinci berlari kepada Air.

" Air air tolong bakar ilalang itu?" Ujar kelinci mengadu kepada Air

"Kenapa ?" Kata Air

" Api tidak mau membakar ilalang yang sudah melukai bibirku" Kata Kelinci

"Terus siapa yang patut dipersalahkan?" Ujar Air.


Begitu seterusnya, hingga kelinci mengadukan ke pemburu dan tikus dengan alasan yang sama. Pada akhirnya tikuslah yang mau mendengarkan aduan kelinci dan mengabulkan keinginannya untuk menggerigiti senapan pemburu agar rusak dan tidak bisa dipakai lagi. Akan tetapi pemburu mengetahui ulah tikus dan langsung berusaha menembaknya. Tikus lari menuju Ilalang dan menyambar api. Sehingga ilalang terbakar api hingga langsung mengenai  ekor dan telinga kelinci yang sedang berdiri tidak jauh dari ilalang.  

Moral: Jangan menyalahkan orang lain atas kesalalahan sendiri. 

Wednesday, December 2, 2020

Siapa yang menghidupkan ikan di kolam?

Di suatu sore yang cerah, sinar matahari memantul pada suatu permukaan kolam. Cahayanya berkilauan menyilaukan mata namun hal itu tidak menghalangi seorang anak kecil bernama Sidqi yang sedang asyik di tepi kolam.


Meskipun pandangannya terganggu, dia melemparkan makanan ke dalam kolam tersebut. Wajahnya kelihatan ceria sekali. Dia tersenyum bahagia dan kegirangan karena melihat pemandangan yang indah di kolam. Ternyata ikan koi yang berada di kolam jernih itu sedang berebut makanan yang diberikan oleh Sodqi. Yeaaaa...asyiknya ikan-ikan itu lahap sekali.

"Mari Sidqi kita makan dulu", kata Ibu Sidqi. Namun sepertinya Sidqi tidak selera untuk makan malah dia mengalihkan pembicaraan dengan berkata "Ibu-Ibu lihat ikan di kolam ini, ikan ini sungguh lapar kan Bu", kata Sidqi. "Ayo Sidqi segera makan sebelum guru les kamu datang", ajak Ibu.

Namun Sidqi seolah tak bergeming Dan tiba-tiba terdengar suara bel rumah. Ternyata guru les Sidqi sudah datang. "Assalamu'alaikum Sidqi", sapa Pak Toha. "Wa'alaikumsalam", jawab Sidqi sambil menarik tangannya Pak Toha untuk menunjukkan ikan-ikan koi di kolamnya. Ibu Siti mengeluh kepada Pak guru karena dari tadi Sidqi main saja di kolam dan belum mau makan.

"Keren kan Pak Guru, ikan nya sungguh lahab ketika makan", kata Sidqi. "Kamu juga harus begitu makannya lahab", kata Pak Toha. "Dulu ikan ini masih kecil-kecil Pak Guru sekarang sudah bertambah besar", tambah Sidqi. Pak Toha kemudian bertanya, "kenapa ikan itu cepat besar?. "Bukankah ikan itu lama-lama jadi besar", jawab Sidqi. "Iya lama-lama besar, tapi ingat sesuatu hidup itu karena ada yang membesarkan nya, coba tebak siapa?" kata Pak Guru. 

Kemudian Sidqi menjawab, "Allah Subhanahu wa ta'ala". Kemudian Pak guru menerangkan bahwa segala sesuatu merupakan ciptaan Allah SWT. Allah lah yang menciptakan sekaligus memeliharanya. Allah juga mengurus makhluqNya tanpa kenal lelah. Sebagai orang beriman kita harus yakin bahwa Allah SWT Maha Pencipta alam semesta dan seisinya.

Sidqi mengangguk tanda setuju. Ibunya menghampirinya sambil menyuapi Sidqi. Dan ternyata Sidqi pun membuka mulutnya. "Nah begini, dari tadi mulutnya ditutup terus" kata ibunya. Pak guru hanya tersenyum melihat tingkah laku Sidqi. Setelah makannya selesai, Pak Toha kemudian mengajak Sidqi untuk memulai kelas tambahannya.

Saturday, November 7, 2020

TARIK TAMBANG

Pada suatu hari ada seekor kelinci menegur gajah, "hhhhmmmm, kamu hewan yang besar tapi apakah kamu kuat seperti saya?". Mari kita berlomba tarik tambang. Izinkan saya mengikat tali di sekeliling badan kamu dan kita buktikan siapa yang lebih kuat. "Baiklah, siapa takut", kata gajah sambil tertawa.  

Kemudian si kelinci pergi menuju ke laut dan memanggil ikan paus. "Wah kamu sangat besar, tetapi apakah kamu kuat seperti saya?". Mari kita lomba tarik tambang. Izinkan saya mengikat badan sekeliling badanmu dan kita lihat siapa yang lebih kuat. "Ok, ikatlah saya sudah siap", kata ikan paus sambil tersenyum. 

Kemudian kelinci bersembunyi di balik pohon dan berteriak keras tariiiiiiik sambil menyemangati. Gajah mengira si kelinci yang menarik dia, begitu halnya dengan ikan paus juga merasa bahwa si kelinci lah yang menariknya. Mereka mengeluarkan tenaga terbaiknya, tetapi tetap tidak mampu "mengalahkan" kecerdikan si kelinci. Akhirnya tali itu terputus dan kedua binatang itu terjatuh.

Sejak itu si gajah dan si ikan paus merasa malu untuk bertemu dengan si kelinci karena mereka tidak menyangka bahwa si kelinci itu sangat kuat. 

Moral: Jangan memandang rendah makhluk yang kecil atau lemah. 

Monday, November 2, 2020

KOTA KEBANGGAN SAYA

Kota kami sangat bagus. Kami merasa bangga dengan sejarah dan masyarakat kota kami. Kami suka mendengar cerita tentang kota kami. Kami mengetahui bagaimana masyarakat merencanakan pembangunan jalan dan bangunan-bangunannya untuk generasi di masa depan. Kamilah generasi itu. 

Suatu hari nanti kami juga akan merencanakan untuk kebaikan masa depan. Terdapat banyak tempat menarik di kota kami. Kami bermain di taman kota. Kami berenang di kolam renang dan bermain telusuran. Kami bermain di Taman Pintar. 

Kota kami juga kaya akan budaya dan pariwisata. Museum kerajaan, kerajinan perak, candi, dan batik menjadi ciri khas budaya kota kami. Tempat wisata di kota kami juga lengkap mulai dari dataran tinggi (gunung), pantai, hingga hutan ada semua. 


Di samping itu kota kami juga dikenal dengan kota pelajar dan kuliner. Banyak pelajar dari berbagai penjuru datang ke kota kami untuk menuntut ilmu. Jenis kuliner di kota kami juga beragam macamnya. Sebagian besar rasanya manis. Ada gudeg, sate klathak, bakpia, enting-enting, geplak, gatot, tiwul, dan masih banyak lainnya. 

Kami sering pergi ke perpustakaan untuk meminjam buku-buku. Kami tahu orang lain telah bekerja keras untuk menyediakan kemudahan-kemudahan fasilitas umum ini untuk kami. Walaupun masih muda, namun kami mempunyai peranan penting untuk menjaga kota ini.

Kami memastikan kota kami bersih dengan cara membuang sampah ke tempat sampah. Kami tidak mencoret-coret dinding. Kami menghormati dan selalu membantu tetangga-tetangga kami. Kami jujur. Jika kami melihat perbuatan jahat, maka kami melaporkannya kepada Ibu/Bapak Guru atau pihak polisi. Kami tidak mau perbuatan jahat terjadi di kota kami.

Bagi kami, kota kami adalah kota yang terhebat dan terbaik di dunia. Kota kami ini bernama Yogyakarta atau lebih populer dikenal sebagai kota Jogja.

Lagu Jogja Istimewa 



Sunday, October 18, 2020

Selimut Diego Part 2

 Keesokan harinya Diego memulai pencarian selimutnya dengan berkunjung ke rumah Michael. "Wajahmu terlihat sedih Diego, ada apa gerangan?", tanya Michael. "Aku kehilangan selimut biruku, barangkali tertinggal disini sewaktu kemarin kita bermain?", kata Diego sambil menunjukkan wajah sedikit panik. Kemudian Michael menjawab: "Selimutmu tidak ada disini, di samping itu aneh juga kamu sudah besar tapi masih memakai selimutmu yang kecil itu". 

Diego kemudian melanjutkan pencariannya ke rumah Samuel. Selimut yang dicaripun tidak ada. "Kenapa kita tidak bermain saja Michael, yuk?", ajak Samuel. "Tidak, aku sedang sibuk mencari selimut biruku", kata Diego. "Mudah saja, kenapa kamu tidak bilang kepada ayahmu agar membelikan selimut yang baru", usul Samuel. Kemudian Diego mengatakan: "Tidak mau, aku suka sekali dengan selimut lamaku, bye".

Setelah itu Diego menuju ke rumah Deco dan ternyata disana pun tidak ditemukan juga selimutnya. Deco kemudian berbaik hati dengan meminjamkan boneka teddy bear kesayangannya untuk dipinjam Diego sementara waktu sambil mencari selimut birunya. 

Di hari kedua setelah hilangnya selimut itu, Diego memulai aktifitasnya dengan sarapan bersama keluarga. Di saat mereka sedang makan, tiba-tiba sang Ayah mengatakan: "Ayah seperti mencium bau tidak enak, kira-kira apa ini ya? kok seperti bau kaos kaki lama". Diego dan Ibu nya ikut mencari sumber bau nya. Dan ternyata Diego mendapati selimut birunya ada di bawah kursi makan. Ayah dan Ibu pun terheran-heran sambil menggelengkan kepala. Diego senang akhirnya bisa menemukan selimut yang dicarinya berhari-hari. Setelah itu, Diego segera mencuci selimutnya yang bau agar bisa dipakai tidur malam ini. 

Malam harinya Diego menyimpan selimut Ayahnya yang berwarna di lemari semula. Dan akhirnya malam itu sebelum tidur Diego mendapatkan cerita malam, minum air segelas, pelukan malam dan tidak lupa memakai selimut birunya.

Moral:  Diego mengajarkan kita agar tidak mudah putus asa. Selama kita berusaha pasti akan ditemukan jalan keluar nya.   

 

Wednesday, October 14, 2020

Selimut Diego Part 1

Dikisahkan seorang anak laki-laki bernama Diego. Pada suatu malam dia mengalami sulit tidur. Sudah menjadi kebiasaannya dia hanya bisa tidur jika sudah terpenuhi empat hal yaitu dibacakan cerita dari buku, segelas minum air putih, pelukan malam dan memakai selimut biru kesayangannya.

Pada awalnya, selimut biru itu berukuran besar dan kainnya lembut. Namun seiring waktu Diego bertambah besar maka selimutnya menjadi terlalu kecil baginya. Sudah menjadi kebiasaan Diego, setelah selimut dicuci dan dijemur, dia meletakkan selimutnya di laci paling atas. Suatu ketika dia kaget ketika melihat di laci paling atas tidak ditemukan selimut birunya. Kemudian Diego berusaha mencari di dalam kamarnya mulai dari kotak mainan, rak buku, meja belajar, dan laci bawah. Hingga suasana kamarnya berantakan selimut pun tidak kunjung ditemukan.

Setelah itu Diego berlari menuju orang tuanya untuk menceritakan kejadian itu. Kemudian ayah berkata: "ayo masuk kamar sudah saatnya tidur". "Tapi tapi", kata Diego. Kemudian sang ayah menjawab: "Tidak ada tapi tapi, segera masuk kamar dan tidur karena kamu sudah mendapatkan cerita malam, dua gelas air minum, dan pelukan malam". Kemudian Diego berkata dengan nada sedih: "Tapi belum ada selimut biru nya Ayah",

Kemudian Diego bersama kedua orang tuanya beramai-ramai berburu mencari selimut biru tersebut. Ibu Diego bertanya: "Coba ingat, kapan terakhir kali kamu memakai selimut biru itu". Diego mencoba mengingat-ingat. Pagi hari setelah bermain air dengan Michael, Diego merasa kedinginan dan kemudian memakai selimut itu sampai merasa hangat. 

Di sore hari ketika hujan turun disertai dengan petir dan guntur, Diego menggunakan selimut itu juga. Nah Diego yakin setelah itu selimut itu diletakkan di laci paling atas sebagaimana biasanya. Ketika Diego dan kedua orangtuanya mengecek laci tersebut ternyata selimut tidak ditemukan. "Baiklah Diego kalau begitu kita cari besok pagi saja ya, kan sekarang sudah larut malam", kata Ibu sambil menenangkan. "Saya tidak bisa tidur tanpa selimut biru", kata Diego. "Ooo begitu, ayah punya ide, bagaimana kalau sementara Diego memakai selimut kuning yang lama", kata Ayah sambil memberi solusi. Tapi Diego berusaha menolak tawaran itu dengan mengatakan bahwa selimut kuning itu tentu berbeda dengan yang biru, yang kuning itu sudah terlalu lama.

Bagaimana kisah selanjutnya? Bersambung pada selimut diego part 2              

Monday, October 12, 2020

Saya bukan penakut

Pada suatu hari Ibu Kiwi meminta anaknya untuk mengibaskan sayapnya kuat-kuat agar dapat terbang dengan cepat. Si Kiwi menggelengkan kepala karena kemarin dia sempat terjatuh dari pohon dan terjatuh sehingga hampir ditangkap oleh seekor kucing. Akibat kejadian itulah Kiwi menjadi trauma tidak mau terbang lagi. 

Kamu harus bangkit dan semangat untuk belajar terbang lagi, kata Ibunya. Kiwi terdiam dan kakak-kakaknya hanya tertawa melihatnya. Kamu penakut!, kata kakaknya. Kiwi bukan penakut kak, saya hanya ragu jika kejadian menakutkan itu terjadi lagi. "Kalau begitu jangan minta tolong kakak untuk mencarikanmu makanan ya", tambah kakaknya.

Kiwi tinggal sendirian di dalam sarang. Tiba-tiba dia mendengar kicauan burung yang begitu keras di bawah pohon. Dia mengintai dan ternyata dia melihat ada seekor kucing yang hendak memakan seekor anak burung yang terjatuh dari sarangnya. Tanpa berpikir panjang Kiwi mengibaskan sayapnya dengan sangat kuat dan meluncur ke arah kucing itu. Kemudian kucing itu kaget melihat seekor burung kecil yang menyerangnya. Kucing segera melompat dan berlari meninggalkan mereka berdua. 

Setelah itu anak burung berterima kasih dan berpamitan kepada Kiwi. Kemudian Kiwi menawarkan diri untuk mengantarkan anak burung pulang ke sarangnya dan anak burung pun menyetujuinya. Tidak disangka ternyata Ibu Kiwi melihat kejadian tersebut. Setelah Kiwi pulang dari mengantarkan anak burung itu, Ibu Kiwi menyampaikan pujian kepada Kiwi dengan mengatakan "kamu sungguh hebat dan berani, Ibu bangga kepada kamu", kata Ibu Kiwi. Sejak kejadian itu Kiwi menjadi burung pemberani dan mandiri yang tidak takut terbang.

Moral: Kita harus belajar melawan rasa takut agar bisa melanjutkan perjalanan hidup 

Wednesday, September 30, 2020

Anak Belalang dan Anak Katak

Pada suatu hari ada seekor anak belalang menetas. Dengan dua pasang kaki yang panjang, Ia melompat kesana kemari. Saking asyiknya melompat, anak belalang sampai di tepi genangan air. Dia melihat ada seekor hewan kecil sedang berenang di dalam genangan tersebut. Karena penasaran, anak belalang kemudian mencari tempat yang lebih nyaman dengan berdiri pada ujung daun. Tiba-tiba daun melengkung dan anak belalang terjatuh dalam genangan tersebut. "Tolong, tolong, tolong", jerit anak belalang. 

Anak belalang tidak pintar berenang. Tiba-tiba dia merasakan ada sesuatu yang mendorongnya ke darat. Anak belalang melihat seekor ikan kecil berwarna abu-abu yang membantu mendorongnya. Akhirnya anak belalang itu selamat. Namun anak belalang tidak sempat mengucapkan terima kasih kepada ikan kecil itu. Hal disebabkan karena ikan kecil itu langsung kembali ke air begitu selesai membantu.

Setelah kejadian itu anak belalang tidak diperbolehkan orang tuanya untuk bermain di genangan air lagi. Jadi anak belalang tidak dapat mencari sang penolong ikan kecil itu. Padahal anak belalang ingin sekali membalas jasa kebakaikan ikan kecil yang telah menyelamatkannya. Waktu berlalu dan anak belalang telah menjadi belalang dewasa. Dia kembali ke genangan air untuk mencari ikan kecil untuk berterima kasih kepadanya.

Di dekat genangan air itu, tiba-tiba belalang dewasa itu bertemu dengan seekor katak. Dia terkejut ketika katak itu bercerita kisah tentang anak belalang yang malang dan hampir tenggelam. Akhirnya belalang sadar dan yakin bahwa dialah ikan kecil yang telah membantunya dahulu. Belalang segera mengucapkan terima kasih dan sejak itu mereka menjadi teman baik.

Moral: Kebaikan seseorang itu akan selalu dikenang  

Saturday, September 12, 2020

Tas Biru dan Tas Merah

Pada suatu hari ada seorang anak perempuan bernama Aina. Dia mempunyai tas sekolah berwarna biru. Tetapi saat ini tas miliknya sudah berdebu dan sedikit pudar warnanya. Tiba-tiba Aina masuk ke dalam kamarnya sambil membawa tas plastik besar. Aina mengeluarkan isi tas plastik. Rupanya di dalam tas plastik tersebut terdapat sebuah tas merah yang cantik. Sekarang kamu akan sekolah setiap hari bersama saya, kata Aina kepada tas sekolah barunya dengan gembira.



Tas biru merasa sedih setelah mendengar kata-kata yang diucapkan Aina. Sepertinya dia sudah melupakan saya, keluh si tas biru. Kenapa kamu sedih? tanya tas merah kepada tas biru. Kemudian tas biru menjawab, saya bersedih karena Aina sudah melupakanku. Dulu kami selalu pergi ke sekolah bersama-sama, namun sekarang dia sudah tidak memerlukan saya lagi, tambahnya lagi. Tas merah merasa simpati mendengar keluhan tas biru. Aina masih suka kamu kok, kata tas merah. Tas biru menggeleng-geleng tanda tak percaya hingga berterbangan debu yang melekat padanya. Betul saya tadi mendengar sendiri dari Aina, kata tas merah seraya mencoba meyakinkan temannya itu. 

Saya mendengar Aina mau menggunakan kamu untuk ke kelas tambahan, kata tas merah lagi. Kamu pasti tahu bahwa Aina tidak suka mubadzir, kata tas merah. Kemudian tas biru menjawab, iya saya juga tahu memang Aina tidak akan melakukan mubadzir sebab itu kawannya syaithan. Jadi tahun depan saya masih sekolah bersama Aina? tanya tas biru sambil tersenyum. Tas merah juga tersenyum lantas mengiyakan kata-kata tas biru. 

Moral: Tidak boleh berprasangka buruk dan mubadzir    

Friday, August 14, 2020

Pinocchio (Episode 2)

Sementara itu Gapetto mencari Pinocchio kemana-mana namun usahanya tidak berhasil. Dia pun membuat keputusan untuk menyisir tepi laut.

Secara tidak sengaja, Gapetto terjatuh di laut dan termakan oleh ikan paus. Bertambah kaget ketika di dalam perut ikan paus dia bertemu dengan Pinocchio. Dan Pinocchio pun segera memeluk ayahnya dan meminta maaf atas sikap buruknya selama ini seraya berjanji tidak akan nakal lagi. Mereka pun memikirkan cara untuk keluar dari perut ikan paus. 

Pinocchio menyalakan lilin dan meletakkan pada hidung ikan paus. Kemudian ikan paus bersin dan lalu keluarlah mereka dari perutnya. Mereka akhirnya dapat pulang ke rumah dengan selamat. Peri yang baik hati itu tiba-tiba muncul di rumah mereka, sambil mengatakan sesuatu "Pinocchio kamu telah berubah menjadi anak baik, saya akan memberikanmu hadiah". Peri itu merubah Pinocchio menjadi anak yang nyata sehingga Gapetto dan Pinocchio pun hidup bahagia bersama. 

Thursday, August 13, 2020

Pinocchio (episode 1)


Pada suatu hari tinggal seorang tukang kayu miskin bernama Gapetto. Dia membuat boneka kayu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Suatu ketika dia membuat sebuah boneka kayu. Setelah diukir halus, tiba-tiba boneka itu bergerak-gerak. Gapetto memberi nama boneka itu Pinocchio. Dia ingin agar Pinocchio hidup normal seperti anak-anak yang lain. Dia menjual sebagian hartanya untuk menyekolahkan Pinocchio. Dalam perjalanan menuju sekolah, Pinocchio menjumpai pertunjukan boneka, dia pun penasaran ingin menontonnya. Pemilik boneka sangat menyukai Pinocchio dan bahkan memberikan koin emas kepadanya.

Dalam perjalanan pulang, Pinocchio bertemu dengan kucing dan serigala yang licik. Mereka berusaha membohongi Pinocchio dengan mengatakan berikan koin emas itu kepada kami, nanti akan kami tanam dan suatu saat engkau bisa memetiknya dalam jumlah yang banyak. Akhirnya Pinocchio pun percaya dan menyerahkan koin emas itu kepada serigala dan kucing. Namun yang terjadi justru mereka membawa lari koin emas itu.

Pinocchio kemudian berusaha mengejar mereka namun tidak berhasil. Dia pun menangis tersedu-sedu dan tiba-tiba muncul seorang peri yang baik hati. Peri itupun bertanya: "Pinocchio kamu tadi kehilangan koin emas ya?", kemudian Pinocchio menjawab: "tidak". Hati-hati Pinocchio, kalau kamu berbohong maka hidungmu akan bertambah panjang", kata peri. Akhirnya Pinocchio pun menceritakan kejadian sebenarnya dan peri itupun memberikan koin emas kepadanya. Silakan kamu berikan koin emas ini kepada Bapakmu untuk dibelikan perlengkapan sekolah, pesan peri kepadanya. 

Pinocchio kemudian berpisah dengan peri. Dia melanjutkan perjalanan tetapi tidak menuju ke rumah, namun justru pergi bermain bersama teman-temannya. Dia bersama teman-temannya menonton sirkus. Diam-diam pemilik sirkus menangkap Pinocchio dan membuangnya ke laut. 

Bagaimana kelanjutan ceritanya? Bersambung ke Pinocchio Episode 2

Sunday, July 12, 2020

Anak Ayam Yang Suka Bertanya

Dikisahkan ada seekor anak ayam yang tinggal bersama induknya. Pada suatu hari anak itu bertanya kepada Ibunya: "Kenapa kita selalu tinggal di dalam kandang terus, kapan kita bisa keluar?". Kemudian sang induk menjawab dengan bijak: "Kita ini hidup dalam pemeliharaan manusia nak, sehingga kita tidak bisa bebas begitu saja".

Pada suatu pagi, sang pemilik memberi makan seluruh ayam ternaknya. Anak ayam pun merasa bersyukur seraya berkata kepada induknya: "Ternyata ada kelebihannya ya hidup dipelihara seperti ini bisa makan rutin dan enak, beda halnya jika kita hidup liar maka kita harus berusaha mencari makan sendiri".




Ketika anak ayam dan induknya sedang tidur, tiba-tiba terdengar suara raungan harimau yang sedang mencari mangsa. Sang pemilik juga mendengar suara tersebut sehingga Ia pelan-pelan keluar rumah sambil membawa senter dan pisau untuk memastikan hewan tersebut berbahaya atau tidak. Begitu terkejut, ternyata yang dilihat oleh sang pemilik adalah seekor harimau. Kemudian sang pemilik secara spontan berlari menyelamatkan diri dan masuk kembali ke rumah sambil membawa ayam-ayamnya. Akhirnya harimau pun menyerah dan kembali ke hutan.

Keesokan harinya anak ayam itu bangun dan melihat ada jejak kaki besar. Dia pun bertanya kepada induknya: "Tadi malam itu ada hewan apa ya, kok ini jejak kakinya besar sekali?". Sang induk menjawab: "Itu adalah jejak kaki harimau anakku". Anak ayam itupun berkomentar: "Ternyata kalau dipelihara enak juga ya, karena sang pemilik begitu sayang dan bertanggungjawab kepada kita, beda halnya jika kita hidup liar, maka harimau akan dengan mudah menangkap dan memakan kita".

Moral: Jika kita memiliki hewan peliharaan maka hendaknya kita bertanggungjawab sepenuhnya dengan memberi makan, memberi minum, dan melindunginya dari segala bahaya. Di samping itu anak ayam mengajarkan kita semua tentang pentingnya bersyukur dalam hidup.  





























Wednesday, July 1, 2020

Bebek dan Ular

Dikisahkan ada dua ekor bebek di sebuah kandang. Bebek betina bernama Kiki sedangkan bebek jantan bernama Koko. Pada suatu hari Koko terlihat bersedih dan menangis. Melihat temannya menangis Kiki mendekati dan bertanya: "Hei Koko, kenapa kamu menangis, ada apa gerangan?" Setelah itu Koko pun menjawab sambil tersedu-sedu: "Tuan pemilik tidak memiliki uang sehingga dia berencana untuk menjualku".

Kemudian Kiki merasa kasihan dengan temannya itu sehingga dia berfikir keras bagaimana caranya agar bisa membantu Koko. "Aha, aku punya ide cemerlang", begitu kata Kiki dalam perenungannya. Malam itu juga, Kiki kemudian berinisiatif untuk mengumpulkan telor-telornya yang berserakan dan diletakkan di kandang.



Keesokan hari tuan pemilik pergi ke kandang untuk melihat kedua bebeknya. Alangkah bahagianya dia mendapati telor-telor bebek yang begitu banyak di kandangnya. Singkat kata, tuan petani mengurungkan niatnya untuk menjual Koko. Dia lebih memilih untuk menjual semua telor bebek itu di pasar. Koko pun merasa senang sekali dan mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada Kiki karena telah menyelamatkannya.

Hari berikutnya, ketika Kiki sedang mengerami telor, tiba-tiba terdengar desisan ular dari luar yang mendekati kandang untuk memakan telor bebek. Koko pun dengan penuh keberanian berusaha melawan ular tersebut dengan cara menendangnya sehingga si ular terpental jauh. Kiki mendengar suara gaduh tersebut sambil bertanya: "Tadi ada suara apa, apa yang sebenarnya terjadi?". Koko pun menjawab: "Tadi ada seekor ular yang hendak mengambil telormu, kemudian secara spontan aku berusaha melawannya". Kiki pun merasa bersyukur karena telornya selamat dari ular tersebut dan dia pun berterima kasih kepada Koko dengan berkata: "Terima kasih Koko kamu sudah menyelamatkanku, jadi di kandang ini kita saling membantu".

Moral: Sesama teman hendaknya saling menolong 

Serigala Sombong

Pada suatu hari ada seekor serigala tinggal di sebuah hutan. Ketika serigala sedang berjalan-jalan di sore hari, dia melihat bayangannya lebih tinggi daripada dirinya, sehingga membuatnya menjadi sombong. Dengan penuh keyakinan serigala mengatakan bahwa dia mampu mengalahkan singa.

Keesokan harinya serigala tidak sengaja bertemu dengan rusa. Dan dia menceritakan kejadian kemarin sore tentang tubuhnya yang besar. "Wahai rusa, tahukah kamu, kini tubuhku sudah tidak kecil lagi dan niscaya singa pasti bisa kukalahkan dengan mudah", kata Serigala. "Wahai serigala, yang aku lihat sekarang, engkau tetaplah seekor hewan yang lebih kecil jika dibandingkan dengan singa, hati-hati lho singa itu mampu melawan siapapun", komentar rusa. Kemudian di sepanjang perjalanan serigala tidak berhenti berjalan dengan sikap sombong terhadap semua hewan yang kebetulan bertemu dengannya. 

Sore harinya serigala pergi ke rumah singa dengan penuh optimisme dan dia berkata: "Wahai singa ketahuilah bahwa sekarang aku pasti bisa menghabisimu". Seketika itu singa menjawab: "Aku tidak percaya dengan perkataanmu, mana mungkin serigala berbadan kecil bisa mengalahkan raja hutan". Kemudian tanpa basa-basi serigala langsung menyerang singa dengan kekuatan penuh. Perkelahian yang seru ini pun berakhir dengan kematian serigala.

Moral: Setiap kesombongan akan merugikan pelakunya.
 

Monday, June 29, 2020

Sekeping Roti dan Pengemis

Dikisahkan ada sebuah negeri yang dilanda kemarau panjang. Pada suatu hari hiduplah seorang Ibu bersama dengan anak bayinya. Ibu tersebut melihat ada meja makannya ada sekeping roti. Ketika dia mau mengkonsumsi roti itu tiba-tiba mendengar ada suara seseorang yang sedang mengetuk pintu. Sejurus kemudian Ibu itu membuka pintu rumahnya dan ternyata tamu yang dimaksud adalah pengemis.

Kemudian Ibu itu merasa iba terhadap kondisi pengemis tersebut sehingga Ia mengambil roti yang tinggal sekeping itu dan diberikannya kepada si pengemis. "Alhamdulillah terima kasih Bu, sungguh engkau berhati mulia, sudi memberikan makanan yang terbaik untukku", kata pengemis.

Keesokan harinya Ibu itu pergi ke hutan untuk mencari makanan. Dikarenakan tidak ada seorangpun yang bisa menjaga bayinya maka terpaksa Ibu itu membawa serta bayinya yang masih merah ke hutan. Sesampainya di tengah hutan, Ibu itu meletakkan bayinya di sebuah batu besar agar memudahkan dirinya untuk bergerak mencari makanan. Setelah Ibu itu bergerak kesana kemari melakukan perjalanan mencari makan, barulah tersadar bahwa bayinya itu bisa jadi dalam bahaya akibat binatang buas Sehingga Ibu itu memutuskan untuk segera kembali ke batu besar dimana dia meletakkan bayinya. Dan ternyata benar, bayi tersebut telah tiada. Si Ibu pun menangis dan panik seraya terus mencari keberadaan bayinya. Ibu itu tidak berhenti berdoa kepada Allah SWT agar bayinya selalu dilindungi. Tidak lama setelah itu, Allah mengabulkan doa Ibu dengan hadirnya bayi itu bersama pengemis yang ditolong tadi. Si Ibu bertanya: "bagaimana bisa engkau menemukan bayiku?". Kemudian dengan lemah lembut si pengemis menjawab: "Tadi ketika berjalan melewati batu besar ini aku melihat ada seekor srigala yang hendak memakan bayi kemudian seketika itu pula aku menggunakan tongkatku untuk memukul srigala agar menjauh dari bayi itu, dan Alhamdulillah srigala pun pergi dan bayimu selamat".

Moral: Hendaklah sesama manusia saling membantu dalam kesulitan. Insyallah Allah akan membalas kebaikan kepada kita.   

Tuesday, June 2, 2020

Masalah Kecil yang melibatkan Tikus dan Burung

Pada suatu hari seekor burung kecil mendatangi ratu burung untuk menyampaikan keluhan: "Aku mengerami 3 telor, namun ada saja tikus kecil yang selalu memakannya. Lebih dari itu, tikus juga menggigit dan melukaiku, aku minta keadilan atas kejadian ini wahai Ratu"

Burung kecil datang pada waktu yang salah karena ratu burung sedang mengadakan pertunjukan tarian burung. Ratu berkata dengan tidak sabar: "Ini hanya masalah kecil bagi kamu, bagaimana bisa kamu menggangguku dengan urusan remeh, lain kali jaga baik-baik telormu".


Burung kecil tidak puas dengan jawaban ratu dan berkata: "Saya sangat lemah ratu dan selalu diganggu oleh hewan lain, saya sangat berharap bantuan ratu". Ratu kemudian menjadi marah dan membentak si burung kecil dengan berkata: "Keluar kamu dan berhenti mengeluh".

Burung kecil sangat kecewa dan dia memutuskan untuk pulang ke sarangnya. Tidak disangka, ketika tiba di sarangnya, dia melihat dengan mata kepala sendiri ada tikus yang mencuri telor-telornya lagi. Dia marah dan mengambil serta melempar ranting pohon kepada tikus. Kemudian tikus itu terkena bagian matanya dan berlari sekencang-kencangnya. Tanpa disengaja, tikus itu menjatuhi perut seekor singa yang sedang tidur. Singa pun terbangun, kaget, dan marah. Seketika itu singa berusaha mengejar tikus namun tidak berhasil.

Di saat peristiwa itu, naga sedang asyik berendam di kolam. Tiba-tiba naga terkejut dengan kehadiran singa yang tidak sengaja masuk ke dalam air, sehingga secara spontanitas naga terbang ke langit. Namun demikian naga tersangkut jaring yang dibuat ratu sehingga semua telor naga pun jatuh dan pecah. Hal ini membuat ratu kecewa dan berkata dengan nada jengkel: "Wahai naga kenapa engkau menghancurkan semua telor-telor ini yang sudah dierami bertahun-tahun lamanya". Kemudian si naga menjawab: "Maafkan aku ratu, ini semua gara-gara singa yang jatuh ke kolam, sehingga membuatku takut".

Ratu burung dan naga kemudian mendatangi singa untuk mencaritahu kebenaran cerita tersebut. Singa dengan jujur menjawab: "Seekor tikus jatuh di perutku saat aku tidur, sehingga aku mengejarnya sampai bahkan terpleset di kolam itu". Akhirnya mereka bersama-sama menemui tikus. Ratu berkata: "Kenapa kamu mengganggu singa yang sedang tidur?". Si tikus menjawab: "Hal ini dikarenakan aku dilempar ranting oleh burung kecil sehingga mengenai mataku dan membuatku tidak bisa melihat".

Kemudian mereka bersegera menemui burung kecil. Dengan jelas burung kecil berkata: "Wahai ratu, tikus itulah yang selalu mencuri telor-telorku, sehingga tidak salah ketika aku melindungi telorku dari gangguan tikus itu. Untuk itulah tempo hari aku mendatangimu untuk meminta bantuan atas masalah ini". Dengan bijak si Ratu menjawab: "Maafkanlah aku, ternyata masalahmu tidak sekecil yang aku kira, dengan ini tikus harus mendapat hukuman yang setimpal atas perbuatannya".

Pesan Moral: Kita harus segera menyelesaikan masalah sekecil apapun sebelum terlambat sehingga masalah itu semakin membesar. 


Wednesday, May 27, 2020

Tarif Kapal



Dahulu kala ada seorang nelayan yang mendapatkan uang dari jasa mengantar penumpang dari satu pulau ke pulau yang lain. Suatu hari, ketika si nelayan beristirahat, ada seorang pengusaha yang mendatanginya dan bertanya: "Tuan, apakah Anda bisa mengantar saya dengan kapal ini menuju sebrang pulau?". Si nelayan menjawab: "Ya silakan naik".

Di tengah perjalanan, pengusaha itu bertanya: "Berapa harga yang engkau tetapkan untuk perjalanan ini?". "30 ribu rupiah", jawab nelayan. Kemudian pengusaha tersebut kaget: "30 ribu, itu terlalu mahal, saya akan bayar 20 ribu saja."

Nelayan itu kemudian melanjutkan perjalanan itu tanpa banyak berkata-kata sambil sedikit jengkel. Di sekitar 200 meter sebelum pulau tujuan, tiba-tiba nelayan menghentikan kapalnya dan berkata: "Silakan Anda bisa turun disini". Pengusaha itupun kaget dan mempertanyakan kenapa tidak sampai ujung pulau. Nelayan menjawab dengan ketus "20 ribu itu hanya cukup mengantar Anda sampai sini sedangkan 30 ribu bisa mengantar sampai ujung pulau.










Kemudian pengusaha itu berkata: "Baik kalau begitu, tolong antar saya kembali ke pulau dimana kita tadi berangkat". Ketika tiba di tempat berangkat, si nelayan berkata: "Jadi biaya totalnya 40 ribu Tuan".

Pengusaha itu masih menguji lagi kesabaran nelayan dengan berkata: "Baiklah, tolong antar saya ke sebrang pulau dan saya akan membayar penuh". Pada akhirnya nelayan itu terheran-heran dan mengucapkan terima kasih kepada pengusaha itu. Hari ini si nelayan mendapat rezeki Allah melalui pengusaha itu sebesar 70 ribu yang jauh lebih tinggi dibanding sekali perjalanan 30 ribu.

Moral: Kita harus bersabar dalam menghadapi siapapun, karena kita tidak tahu rezeki Allah itu datang dari arah mana.